Klinik Hama Tanaman Tomat

Hama tanaman tomat merupakan salah satu faktor yang dapat mengurangi kebahagiaan kami para petani ketika musim panen tiba, karena tomat adalah tanaman yang sangat rentan terserang oleh hama dan penyakit. Jika sudah terserang hama dan penyakit, maka produktivitas tanaman tomat akan menurun bahkan tanaman akan mengalami kematian. Terdapat beberapa jenis penyakit dan hama pada tanaman tomat, seperti yang akan kami bahas pada kesempatan kali ini, hama pada tanaman biasa nya terjadi pada awal-awal penanaman.
ll
Pupa berwarna coklat terang berkilauan atau coklat gelap. Pupa dibentuk di permukaan bawah tanah dengan kokon terbuat dari tanah. Fase pupa adalah 5 – 6 hari. Daur hidup A. ipsilon dari telur sampai dewasa adalah 36 – 42 hari. Lamanya daur hidup tergag pada tinggi rendahnya suhu udara.
Gejala Serangan

Ulat tanah atau sering juga di sebut dengan ulat pemotong, karena ulat ini menyerang tanaman tomat dengan memotong bagian batangnya, dan ulat ini biasa beraksi pada malam hari dan di siang hari ulat ini bersembunyi di dalam tanah. 

Penanganan

  • Penyemprotan insektisida.

Larva ketika baru menetas dari telur berwarna kuning muda dengan tubuh berbentuk silinder. Larva muda kemudian berubah warna dan terdapat variasi warna dan pola corak antara sesama larva. Larva H. armigera terdiri dari lima instar, lama stadium larva berkisar antara 12 – 25 hari.
Pupa dibentuk di dalam tanah. Pupa yang baru terbentuk berwarna kuning, kemudian berubah kehijauan dan akhirnya berwarna kuning kecoklatan. Lama stadium pupa adalah 15 – 21 hari.

Gejala Serangan

Hama yang satu ini menyerang dengan cara melubangi buah tomat, sehingga buah tomat akan membusuk.

Penanganan

  • Menyemprotkan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo.

Imago atau serangga dewasa tubuhnya berukuran kecil antara (1 – 1,5 mm), berwarna putih, dan sayapnya jernih ditutupi lapisan lilin yang bertepung. Serangga dewasa biasanya berkelompok pada bagian permukaan bawah daun, dan bila tanaman tersentuh biasanya akan berterbangan seperti kabut atau kebul putih. Lama siklus hidup (telur – nimfa – imago) pada tanaman sehat rata-rata 24,7 hari, sedangkan pada tanaman terinfeksi virus mosaik kuning hanya 21,7 hari.

Gejala Serangan

Kutu ini menyerap cairan yang terdapat pada daun muda.

Penanganan

  • Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif abamektin, tiametoksam, imidakloprid, asetamiprid, klorfenapir, sipermetrin, atau lamdasihalotrin.
Larva menyebar dengan menggunakan benang sutera dari mulutnya. Ulat menyerang tanaman pada malam hari, dan pada siang hari bersembunyi dalam tanah (tempat yang lembab). Biasanya ulat berpindah ke tanaman lain secara bergerombol dalam jumlah besar. Warna dan perilaku ulat instar terakhir mirip ulat tanah, perbedaannya hanya pada tanda bulan sabit, berwarna hijau gelap dengan garis punggung warna gelap memanjang. Umur 2 minggu panjang ulat sekitar 5 cm.

Gejala Serangan

Daun tomat yang berlubang dengan bercak-bercak putih dan buah tomat yang berlubang secara acak.

Penanganan

  • Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo.
Imago berupa lalat kecil berukuran sekitar 2 mm. Imago lalat betina mampu hidup selama 6 – 14 hari dan imago jantan antara 3 – 9 hari. Pada bagian ujung punggung L. huidobrensis terdapat warna kuning seperti L. sativa, sedangkan pada lalat L. chinensis (yang diketahui menyerang bawang merah) di bagian punggungnya berwarna hitam.

Gejala Serangan

Lalat ini akan menyimpan telur-telunya di dalam buah tomat sehingga setelah menetas, larva-larvanya akan menggerogoti buah tomat.

Penanganan

  • Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo.

Nimfa berwarna pucat, keputihan / kekuningan, instar 1 dan 2 aktif dan tidak bersayap. Nimfa yang tidak aktif berada di permukaan tanah sekitar tanaman. 
Perkembangan pupa menjadi trips muda meningkat pada kelembaban relatif rendah dan suhu relatif tinggi. Daur hidup sekitar 20 hari, di dataran rendah 7 – 12 hari. Hidup berkelompok.

Gejala Serangan

Thrips menghisap cairan pada permukaan daun dimana daun yang telah dihisap menjadi berwarna putih seperti perak karena udara masuk ke dalamnya. Bila terjadi serangan hebat, daun menjadi kering dan mati. Tanaman muda yang terserang akan layu dan mati.

Penanganan

  • Disiram dengan air yang cukup.
  • Pengendalian kimiawi menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo.
Nimfa dan imago mempunyai antena yang relatif panjang / sama dengan panjang tubuhnya. Nimfa dan imago yang bersayap dengan warna hitam mempunyai sepasang tonjolan pada ujung abdomen yang disebut konikel, berwarna hitam. Imago yang tidak bersayap tubuhnya berwarna merah atau kuning atau hijau kekuningan. Umumnya warna tubuh nimfa dan imago berwarna sama, kepala dan dada berwarna coklat sampai hitam, perut berwarna hijau kekuningan. Siklus hidup 7 – 10 hari, berkembang biak secara partenogenesis, dan seekor kutu dapat menghasilkan keturunan 50 ekor.

Gejala Serangan

Gejala serangan ditandai dengan belum ada belum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum ada.

Penanganan

  • -
  • -
  • -
Serangga dewasa tergolong gesit mirip lalat rumah, banyak ditemukan pada siang atau sore hari terbang di sela-sela tanaman. Imago berukuran panjang sekitar 6 – 8 mm dan lebar 3 mm. Torak berwarna oranye, merah kecoklatan, coklat atau hitam. Pada lalat betina ujung abdomen lebih runcing dan mempunyai alat peletak telur (ovipositor) yang cukup kuat untuk menembus kulit buah, sedangkan pada lalat jantan abdomen lebih bulat. Siklus hidup di daerah tropis ± 25 hari. Serangga betina dapat meletakkan telur 1 – 40 butir /buah/hari, dan betina dapat menghasilkan telur 1200 – 1500 butir.

Gejala Serangan

Gejala serangan ditandai dengan belum ada belum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum adabelum ada.

Penanganan

  • Perangkap lalat (sexpheromone)
  • Penyemprotan menggunakan insektisida berbahan aktif sipermetrin, deltametrin, profenofos, klorpirifos, metomil, kartophidroklorida, atau dimehipo.
Hama mengisap cairan tanaman dan menyebabkan kerusakan sehingga terjadi perubahan bentuk menjadi abnormal seperti daun menebal dan perubahan warna daun menjadi tembaga / kecoklatan, terpuntir, menyusut serta keriting, tunas dan bunga gugur. Pada awal musim kemarau biasanya serangan bersamaan dengan serangan trips dan kutu daun.

Hama ini bersifat polifag, selain tomat juga menyerang cabai, kacang panjang, karet, teh, tembakau, jeruk, dan tanaman hias.


Gejala Serangan

-

Penanganan
  • -
  • -
  • -
Jika anda merasa kurang berkenan dengan pembahasan Klinik Hama Tanaman Tomat kami atau terdapat beberapa kesalahan pada tulisan kami diatas, silahkan anda layangkan kritik dan saran anda di kolom komentar dibawah.  

0 Komentar: