Tanam Paprika Disawah



Budidaya paprika dengan sistem hidroponik sudah menjadi bahasa umum, tetapi paprika yang ditanam di tanah atau sawah.....itu baru Manteeep......

Budidaya paprika cenderung dilakukan dengan sistem hidroponik. Hasilnya memang sangat dirasakan, karena buah-buahnya dijamin bermutu tinggi. Sayang, hanya orang-orang yang mengerti tekniknya saja yang dapat melakukannya, padahal kalau mau jujur, paprika bisa juga ditanam ditanah atau sawah.

Budidaya paprika disawah sekarang ini lagi marak dilakukan di daerah-daerah sentranya seperti Bandung, Cipanas, Cianjur, batu, wonosobo, dll. Salah satu petani di daerah batu mengatakan bahwa dirinya mencoba mengebunkan paprika dilahan terbuka tanpa memakai sistem hidroponik, hasilnya ternyata sebapan dengan paprika yang dihasilkan dengan sistem hidroponik, ketika buah paprika dijual dipasaran, hasilnya
juga sama dengan paprika yang dikembangkan dengan hidroponik.

Seperti yang kita ketahui harga paprika sekarang tergantung dari jenisnya :
- Paprika merah = Rp. 20.000,00/kg
- Paprika kuning = Rp. 22.000,00/kg
- Paprika hijau = Rp. 14.000,00/kg
(berdasarkan survey pasar bulan maret 2011)

Asal tahu saja, paprika (Capsicum annuum L) merupakan tumbuhan penghasil buah yang berasa manis dan sedikit pedas, tanaman ini berasal dari suku terong-terongan (Solanaceae), buahnya yang berwarna merah, kuning, hijau, atau ungu sering digunakan sebagai campuran salad.

Tanaman paprika umumnya tumbuh setinggi 50-150 cm. tanaman ini bisa tumbuh diberbagai iklim dan dapat tumbuh diberbagai belahan dunia. Untuk budidaya dengan hidroponik, tingginya bisa mencapai 3-4 meter, tapi jika ditanam ditanah tingginya cuma 150 cm.

Dalam bertanam paprika disawah, lahan dibajak dulu dan dibuat bedengan-bedengan, lebar bedengan cukup 100 cm dan panjangnya menyesuaikan luas lahan, lebar parit antara bedengan 40-50 cm. sedangkan kedalaman parit antar bedengan 30-40 cm.
Bedengan yang sudah jadi dipermukaannya ditebari pupuk kandang atau pupuk organik kamudian dicampur dengan tanah dipermukaan bedengan, permukaan bedengan kemudian di haluskan dengan tangan, diatasnya kemudian diberi mulsa, seluruh bedengan yang ada harus ditutup dengan mulsa.

Jika mulsa sudah terpasang, selanjutnya membuat lubang tanam dengan jarak 80 x 80 cm, diameter lubang tanam cukup 12-15 cm saja, pada tiap-taip lubang tanam diberi pupuk dasr berupa NPK 15-15-15 masing-masing sebanyak 1 sendok makan, pupuk dasar ini cukup ditinggal dipinggir lubang sedalam 10 cm.

Setelah bedengan terbentuk, diatas areal tersebut bisa diberi green house dengan atap dan dinding dari plastik yang transparan, tidak pakai green house pun tidak masalah, jadi areal persawahan benar-benar terbuka.


AGAR BIBIT TUMBUH SERENTAK DAN SERAGAM

Bersamaan dengan pembuatan bedengan, kita bisa melakukan pembibitan sendiri, awalnya benih paprika direndam dalam larutan Atonik dosis 2 cc per liter air selama 2 jam, kemudian benih paprika ditiriskan dan dibungkus dengan kain kasa.

Bungkusan benih paprika tersebut kemudian ditaruh dalam kaleng yang diatasnya disoroti lampu 5 watt, biarkan benih paprika itu tersorot lampu sampai 24 jam, tiap 3 jam sekali, bungkusan benih tadi direndam dalam air biasa sampai basah. Kemudian dimasukkan kedalam kaleng lagi, kalau terhitung sampai 24 jam, baru bungkusan benih tadi diambil dan siap digunakan.

Benih-benih paprika tadi disemaikan di polibag semaian yang berisi media campuran tanah humus dan kompos dengan perbandingan 2:1, 1 polibag disemai 1 benih paprika.
Diatas tempat persemaian diberi atap karung goni, tiap pagi dan sore polibag persemaian disiram menggunakan combor, pada saat bibit berumur 15 hari, atap yang dibuat dari karung goni dibuka seluruhnya agar bibit nantinya dapat beradaptasi dengan lingkungan sawah.

Pada umur 15 hari juga, bibit mulai disemprot insektisida yang dicampor dengan hormon dan pupuk daun, formulanya terdiri dari campuran Curacron, Gandasil D, Atonik, dan Bonstick (perekat) masing-masing dengan dosis 2 cc, 2 gram, 2 cc, dan 2 cc.

Kemudian dicampurkan kedalam 1 liter air dan disemprotkan pada seluruh bibit paprika, penyemprotan paprika ini dilakukan lagi 1 minggu kemudian, bibit siap pindah tanam dilahan terbuka pada umur 24 hari dengan kondisi sehat.


WAKTU PENANAMAN BIBIT YANG PALING BAIK

Bibit paprika yang sudah berumur 24 hari (siap tanam) harus segera dipindahkan kelahan yang sudah dipersiapkan, dalam penanaman, polibag harus dibuang dulu sehingga tinggal bibit dan media tanamnya, saat itu bibit parika dan media tanamnya dimasukkan (ditanam) dalam lubang tanam yang sudah dipersiapkan.

Setelah bibit ditanam, bibit paprika disiram dengan air dan usahakan air yang diberikan agak banyak, hal ini dimaksudkan untuk menyatukan tanah disekitar akar agar bisa menyatu dengan akar tanaman, semua bibit yang ditanam harus mendapatkan perlakuan demikian.

Menurut petani-petani paprika lahan terbuka didaerah batu – malang, penanaman dilahan terbuka yang paling bagus dilakukan pada sore hari, karena tanaman dapat terhindar dari gejala layu, dan usahakan saat penanaman, kebutuhan air pada lahan tercukupi, karena tanah disekitar perakaran membutuhkan air untuk bisa merekat pada akar tanaman.

0 Komentar: